Sepupu Gue Superstar

             SEPUPU GUA SUPERSTAR

Part 2
.
.
.
Melupakan kejadian kemarin seakan berat untuk Allena lakukan, terhitung 3 hari sudah seorang Allena dapat mewujudkan mimpinya. Bertemu, berpelukan, berfoto bahkan sampai tanda tangan sukses membuat Allena seperti penghuni rumah sakit jiwa. Maklum kali pertama bertemu sang idola, sedikit lebay dan kalian harus memaklumi itu.

Yang Allena lakukan selama 3 hari ini pula, hanya memandangi fotonya bersama Iqbaal . terlihat dalam foto itu Iqbaal memeluk Allena dari belakang sedangkan Allena sendiri hancur berantakan. Dengan muka kusut dan air mata bahagia, seulas senyum yang justru terlihat seperti sedang manyun. Jangan bertanya mengapa Iqbaal dapat melakukan fose itu. Jelas ! hasil akting Lenna. Dia berpura pura pingsan terlebih dahulu setelah itu merengek minta foto sambil di peluk dan seisi cafe yang nyaris Cewe semua itu penuh dengan histeris. Dilarang keras cemburu :v

Saat sedang enak enaknya menghayalkan Iqbaal, Allena tersentak kaget karna getaran di ponselnya, secepat mungkin Lenna mengambil ponselnya yang berada di kolong meja belajarnya.

Pesan dari Sari Anum, teman Comate yang kemarin lusa ia temui.

From : Anum
Gimana ? Jadi kan len ?

Lenna hampir saja lupa kalau hari ini ada jadwal untuk meet up bersama Anum. Agendannya sih simple banget : Jalan jalan cantik sambil berburu tiket meet n Greet Iqbaal di Bandung yang baru di buka hari ini. Sederhana namun membuat hati begitu bahagia. Awww 😂

To : Anum
Jadi dong, lo jemput gue ya di sekolah, gua nggak bawa kendaraan :v tau pan sekolah gue??

From : Anum
Siap bos. Tau kok, lo tenang aja. Kelar sekolah gua langsung Otw jemput lo

To : Anum
Sipp,, Thanks and gua tunggu lo cantik 😘

Ya, memang sekolah Anum tidak terlalu jauh dari sekolah Lenna. Hanya berbeda beberapa blok saja dan keduannya langsung akrab hanya dengan beberapa menit saja, maklum, satu keluarga.

                          ***

Bel pulang sekolah adalah surgannya para pelajar. Setelah berjam jam menempatkan diri di kursi, mendengarkan, mencatat, seolah menjadi murid yang baik, tapi dalamnya ? HA HA HA Busuk ! Ooopss !!

Tak terkecuali dengan Lenna. Setelah Pak Bowo - Guru bahasa iggris yang terkenal super kiler meninggalkan kelas. Cewek itu bergegas keluar dengan tangan yang menyeret Natasya. Sebab tadi 5 Menit sebelum bel berbunyi Anum mengirimnya pesan yang menyatakan bahwa dirinya telah berada di halte dekat sekolah Lenna.

"Sori, nunggu lama, ini anak susah di ajak lari" sesalnya pada Anum setelah menghela napas panjang

"Enak aja, main nyalahin orang ogeb. Tuh bapak loe yang kagak inget waktu" seloroh Natasya begitu dirinnya di salahkan di sini

"Udah. Nggak papa kali, santai aja len" Memang teman yang baik. Disaat mereka paling benci sama yang namanya menunggu, beda dengan Anum. Uunchh lahh,, sayang

"Yauah yuk, keburu sore"

                             ***

Sampai di tempat tujuan, salah satu Mall yang ada di daerah Bandung. Tidak terlalu besar namun nyaman untuk berlama lama di dalamnya. Maklum, fasilitasnya cukup lengkap dari wahana bermain anak anak, cafe, Bioskop yang tak terlalu besar, tempat karoke juga ada. Mereka langsung menuju Cafe, perut lapar usaha tak lancar. Jadi, daripada pingsan pas lagi berburu mendingan sedia payung sebelum hujan.

"Makan dulu bok, laper"

"Ye, memang niatnya juga makan dulu pan ? Ngapain kita kesini kalau kagak makan ?" semprot Lenna sengit setelah berada di Cafe.

"Ya, udah daripada berantem nggak jelas mending kalian cari tempat duduk. Gue yang pesen, mau makan apa kalian ? " selalu. Anum yang menjadi wasit

"Samain aja" Alenna dan Natasya menjawab serentak

"Gue kesana dulu"  pamit Anum lalu segera pergi meninggalkan kedua teman baru nya itu

"Jadi, gimana ? Kita langsung ke lokasi atau beli Online ? Jam 5 pan di bukannya ?"
Seusai mengisi perut, Anum, Natasya dan Lenna. Yang telah bermetamorfosis menjadi sahabat, langsung berburu aksesoris idola mereka sedangkan Natasya yang memang tidak begitu menyukai hanya mengikuti Kemana mereka pergi, menjadi bodyguard untuk kedua sahabatnya, takut takut ada yang ingin menculik salah satu dari mereka.

"Langsung aja deh, gua kagak mau kehabisan tuh tiket"

"Okey, yuk, Cha kita pergi. Tapi, loe kagak papa kan kalau nemenin kita kita?" Tanya Lenna, sedikit tidak enak hati. Meskipun setiap hari menyusahkan Natasya

"Loe kayak kesiapa aja sih Len. Gue tau kok loe maniak si Iqbaal tapi gue ridho nemenin loe kemana pun loe mau. Loe kan sahabat dari Orok gue"
Tanpa aba aba Lenna langsung memeluk Natasya, terharu atas perhatian yang tidak di sangkannya dari sang sahabat. Loe emang sahabat baek gue Cha dan gue kagak mau kehilangan loe. Gue sayang loe, moga aja kita tetep kayak gini sampe kita punya cicit ya Cha.

Sedangkan Anum yang menyaksikan adegan sepasang sahabat itu hanya tersenyum, Ia terharu atas sikap Natasnya yang menurutnya bijak itu. Mendukung apapun yang sahabat lakukan meski pada dasarnya ia tak menyukai itu.

Melangkah, Berdiri di depan keduannya lalu memeluk mereka dengan erat, sambil bergumam "Gue ikutan yak ? Dari pada cuman jadi penonton doang" mereka tertawa mendengar celetukan Anum

"Boleh dong, loe juga kan bagian dari kita Num" Alenna mengangguk menyetujui

Setelahnya, mereka langsung kelanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. Berburu Tiket dengan ratusan Soniq lainnya. Fighting !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#RamadhanBerkisah

#RamadhanBerkisah