#RamadhanBerkisah
AKSARA
Hujan menyampaikan rindunya pada tanah malam hari itu, dalam remangnya cahaya di dalam sebuah ruangan yang tidak lebih besar dari ruang tamu, terdapat sesosok perempuan tengah termenung dengan pandangan menghadap jendela yang menghadirkan tetes air dan menimbulkan aroma tanah yang haus akan hadirnya air. Petrichor, begitu mereka memanggilnya.
Namanya Clara Dwi Permata, biasa disapa Cla. Perempuan hebat dengan aksara yang dijadikan sebagai sahabat yang senantiasa menemani kehidupan Clara menjadi lebih berwarna kembali, setelah kejadian itu menimpa dirinya dan menghilanhkan sosok yang sangat berharga bagi kehidupan Clara.
Andai, Dirinya lebih berhati-hati, pasti dia masih berada disini, disamping Clara. Di dunia yang sama dengan Clara dan akan menghapus air mata yang meluncur dengan indah dari kelopak matanya saat ini.
Malam ini, untuk kesekian kalinya Clara menangisi hal yang serupa, yang akan menjadi kesia-siaan belaka. Karena laki-laki itu tidak akan bangkit kembali dari alam kubur.
Hujan, air mata, pethichor dan langit gelap tanpa gemerlap bintang menjadi sanksi betapa hancur dan rindunya seorang Clara pada sosok laki laki itu.
"Cla, Rindu" Lirihnya kemudian.
"Sangat, amat rindu. Namun kita tidak dapat melepas rindu itu" bukan hanya hujan yang turun dari langit, namun hujan juga turun dari mata bening milik Clara.
#Day1 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Komentar
Posting Komentar