#RamadhanBerkisah
AKSARA
Oke. Cukup! Clara tidak ingin ada drama atas dirinya sendiri, setelah menangis semalam suntuk .
Dasar bodoh!
Dengan lesu Clara mulai mengambil nasi dari rice cooker dan lauk seadanya yang berhasil dia olah semalam. Segera Clara memakan santap saur sebelum imsyak berkumandang dan lagi lirihan Clara terdengar Semoga Cla bisa memperbaiki diri Cla ya ma, Cla rindu.
Clara yang malang.
***
Clara bukan orang yang mudah bergaul juga banyak teman namun harus Cla akui, bahwa teman kelasnya berbeda bila menggunakan baju muslim. Lebih fresh.
Sistem pesantren kilat CC bukan menggabungkan seluruh murid dari kelas X hingga kelas XII menjadi satu, melainkan CC membuat sebuah kelompok untuk mempermudah siswa mencerna ilmu yang akan disampaikan pemateri. Kelompok itu sendiri terdiri dari jurusan yang sama baik dari kekas X, XI, XII dan setiap kelompok memuat 50 siswa. Laki-laki dan perempuan terpisah. Pemateri bisa dari guru Agama sekolah atau Ustadz yang di undang pihak sekolah untuk memberikan ilmu bagi anak didiknya.
Dihadapan Clara saat ini berdiri Bu Meyranti atau Bu Mey, Guru PAI Clara di kelas X, sedang membahas tentang Amarah di bulan puasa. Apa amarah itu membatalkan ibadah kita berpuasa atau tidak.
"Nah, Puasa itu bukan hanya menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lain yang membatalkan puasa itu sendiri. Tetapi, puasa juga mengajak kita agar menahan dari ucapan kotor dan melakukan perbuatan sia-sia" Bu Mey meneliti satu persatu anak didiknya yang mendengarkan penjelasan yang beliau lontarkan. Pandangannya berhenti pada Clara, membuat Clara gugup dengan tatapan intimidasi yang Bu Mey keluarkan.
"Clara, bisa kamu berikan contoh dari ucapan kotor dan melakukan hal sia-sia?"
"Eummm... Ucapan kotor seperti berbicara yang tidak sopan, Anjing, babi dan sebaginya yang biasa kaum adam lontarkan, ehh?" Clara spontan menjawab seperti itu, namun memang itu kenyataannya yang Clara ketahui, bahwa apa yang kaum adam katakan seperti tadi, telah masuk kategori ucapan yang kotor bagi Clara pribadi. Please deh, itu nama-nama hewan. Mengapa harus diucapkan tidak pada tempatnya?!
"Kemudian perbuatan sia-sia?" Bu Mey memecahkan kebingungan Clara dengan memberikan pertanyaan selanjutnya.
"Amarah. Itu termasuk dalam perbuatan sia-sia kan?"
"Terimakasih Clara sudah menjawab pertanyaan yang ibu berikan" Bu Mey tersenyum, kemudian melanjutkan "Seperti kata Clara tadi, salah satu yang layak kita hindari di bulan suci ini adalah marah. Sebagaimana sabda Nabi SAW, yang artinya :
“Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari).
"Baik, ada pertanyaan seputar amarah dan bulan ramadan?"
Seseorang mengacungkan tangannya tinggi-tinggi "Saya bu"
"Baik, perkenalkan nama kamu, dari kelas mana, lalu pertanyaan kamu sebutkan" Tersenyum menanggapi perkataan Bu Mey, anak itu memgangguk dalam-dalam.
"Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh"
"Waalaikumsalam"
"Perkenalkan nama saya Indah, dari kelas XII Akuntansi 3, izin bertanya, Kebanyakan orang berpendapat bahwa marah saat bulan puasa dapat membatalkan puasa orang tersebut. Apakah pendapat itu benar bu? Terimakasih, Wassalamu'alaikum"
"Indah, terimakasih atas pertanyaannya. Apakah puasa akan batal karena marah? Tidak, puasa tidak batal disebabkan oleh marah. Akan tetapi, pahala berpuasa kita bisa atau berpotensi terkurangi atau bahkan hilang karena marah. Allah –sebagai pemilik hak prerogatif– yang berhak dan lebih tahu bagaimana akan memvonis kemarahan kita, apakah pahala kita akan Dia kurangi atau bahkan dihapuskan secara total, jadi bagaimana? Sudah paham?" Bu Mey bertanya pada semua makhluk di dalam kelas itu. Puluhan pasang kepala menganggukan kepala mereka.
"Baik, bila kalian telah paham. Materi dari ibu seputar Amarah cukup sampai disini. Ingat, pesan ibu. Jalani ibadah kalian tanpa menghalangi pekerjaan yang harus kalian kerjakan. Selamat menjalankan ibadah puasa, ibu pamit. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ya, dengan mengikuti acara seperti ini, nembuat Clara lupa atas apa yang sedang menimpa dirinya. Cukup jalani dengan hati ikhlas, kita punya Allah dan Allah akan membantu apa yang umatnya butuhkan. Sesimple itu.
Dengan cepat Clara membuka ponsel, log-in ke akun dimana semua aksara berkumpul. Ada sesuatu dalam dirinya setelah mendengar penjelasan Bu Mey tadi.
Seperti kata Tere Liye, ada 3 "Selalu" yang pantas dimiki :
- Selalu sederhanakan masalah kita, jangan dibuat rumit, jangan dibuat panjang.
- Selalu berfikir positif, pun saat situasi memang negatif sekali. Berfikir positif akan membantu kita.
- Selalu belajar melepaskan, pada akhirnya, toh, tidak ada yang sebenarnya kita miliki bukan?
Ya, belajar ikhlas untuk melepaskan tidak akan membuat kita mati, bukan?
Namun ...
Rasanya berat untuk melepaskan kepergian orang yang kita sayangi.
Ya, sayangi.
Sampai merelakan diri kita menanggung segala resiko atas apa yang tidak kita lakukan dan ketahui.
Satu yang harus Clara pahami, Hidup itu keras. Sekeras batu karanh yang pasti akan menjadi lunak bila setiap saat di terpa air. Dengan segala kebaikan yang kita miliki, insyaallah. Kerasnya hidup dapat kita lewati dengan mudah.
Fighting Cla, kamu bisa!
#Day2 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Komentar
Posting Komentar