#RamadhanBerkisah


AKSARA

Obbi atau Aksa Robbi Purnama fikir bertemu kembali dengan Clara merupakan sebuah azimat yang akan membawa Obbi berdamai pada masa lalunya, Obbi tidak akan selalu dihantui lagi akan kesalahan yang sebenarnya tidak pernah Obbi perbuat.

Lalu, mengapa rasanya Clara tidak mengenali Obbi pada pertemuan mereka kemarin sore?

Apa karena Clara sudah lupa pada Obbi? Oh, Obbi tidak akan sanggup membayangkannya.

Clara Dwi Permata, Putri kecilnya yang cengeng itu telah bermertamorfosi menjadi perempuan cantik yang tangguh. Obbi tentu mengetahui kehidupan Clara setelah kejadian dua tahun lalu. Maka dari itu, Obbi kembali, Obbi ingin menjadi tameng bagi Claranya.

Setiap detik tak pernah henti Obbi memikirkan Cla, kehilangan jejak Clara membuat rasa bersalah Obbi kian menjadi. 

Terima kasih Tuhan telah mempertemukan kembali aku dengan Clara di bulan penuh Suci ini.

***

Satu harapan Clara pagi ini, semoga tidak bertemu dengan pemilik mata hitam itu. Clara takut, dia tidak dapat mengalihkan pandangan bila telah menatap si bundar aset berharga umat manusia.

Namun, harapan Clara sia-sia. Obbi ada di depan kelas Clara, dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku celana Hitam yang dikenakannya, bersender pada dinding dan menjadi pusat perhatian penghuni CC.

Air muka Clara seketika berubah, pias. Tangan mengeluarkan keringat besar, sebesar bola pingpong. 

Ketika Clara akan berbalik arah, sebuah tangan mencekal pergelangan tangan Clara, tidak perlu bersusah payah untuk mengetahui siapa pemilik tangan itu, Clara tahu itu tangan si pemilik mata hitam nan elegant.

Sekuat tenaga Clara bersikap biasa saja. perlahan Clara menurunkan tangan kokoh itu tanpa membuat si pemilik tangan tersinggung. Obbi tersenyum saat Clara mengangkat wajah.

"Maaf"

"Maaf" kata itu terlontar dari mulut keduanya.

"Eh, Kamu dulu" Obbi dengan rendah hati menyilahkan Clara untuk membuka mulut.

"Kamu aja dulu, enggak apa-apa" Clara nggak tau mau bicara apa, Clara tadi cuman takut aja, Laki-laki di hadapannya tersinggung.

"Udah. Kamu mau biacara apa? Saya dengerin"

"Tidak. Saya tidak tau mau bicara apa. Saya hanya takut kamu tersinggung karena apa yang telah Saya lakukan pada kamu" Jujur Clara dengan kepala menunduk dan tangan saling bertautan.

Pemuda di hadapannya tertawa, entah bagian mana yang lucu dari perkataannya.

Detik selanjutnya, dia mengubah raut wajahnya. Meminta maaf dia lakukan kala sadar perempuan itu memberenggut.

"Sorry, sorry" 

"Emmm.."

"Long time no see Clara"

"Hah?!" Tutup mulutmu manis.

"Alhamdulillah, Setelah beberapa tahun Saya mencari kamu, Allah mempertemukan kita disini. Saya rindu padamu Cla"

Sumpah! Demi apa?! 

Siapa dia sebenarnya? 

Mengapa pemuda itu tahu nama Clara? 

Apa jangan-jangan dia mata-mata? 

Teroris? 

Tapi...

"Tidak! Saya tidak seperti apa yang kamu bayangkan Cla. Tenangkan diri kamu. Saya tidak akan berbuat macam-macam sama kamu"

Tuh, kan!

Alarm di fikiran Clara, menyuruhnya untuk segera berlari meninggalkan pemuda asing itu, namun rasa penasaran Cla lebih dominan membuat dirinya tetap menginjakkan kaki di hadapan laki-laki itu.

"Namaku Robbi" Robbi mengulurkan tangannya namun tak langsung Clara sambut.

"Kamu itu Azimat saya Cla" Hening sejenak "jangan tinggalkan saya lagi, saya mohon"

MAKSUD KAMU APA?!

Robbi melenggang, meninggalkan Clara dan fikiran yang berkecamuk di dalam kepala indah Clara.

#Day4  #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#RamadhanBerkisah

#RamadhanBerkisah