#RamadhanBerkisah
AKSARA
Haha!Lagi-lagi Semesta mempermainkan Clara, harapan Cla tidak mau bertemu dengan si mata hitam namun yang terjadi sungguh di luar dugaan Clara. Robbi katanya. Sungguh. Clara tidak mempunyai teman bernama Robbi. Cla hanya memiliki satu orang teman perempuan, itupun, sekarang dia sedang menjalani pertukar pelajar di California, Amerika Serikat.
Dada Clara sesak, seperti ada beribu ton bongkahan batu nenghimpit dadanya. Mengapa rasanya sesakit ini? Seolah dikhianati orang terkasih?
Tanpa aba-aba airmata jatuh dari mata Clara, dia terisak hebat, dadanya gemetar, berulang kali di jatuhkan pukulan pada lantai di hadapannya, seakan sesak mampu diajak kompromi.
Namun nyatanya, tubuhnya kian bergetar menahan luapan emosi yang tertahan.
Ya Tuhan. Mengapa kau uji hamba sedemikian rupa? Setelah Kau ambil dia disisiku kemudian kau mempertemukan aku dengan orang yang mengaku Robbi. Terkutuklah diriku selama ini, hingga kau memberikan aku cobaan seberat ini.
"Astagfirullah, kamu kenapa Cla?" Seseorang mendekap tubuh Clara erat, seakan mengatakan pada Clara bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Istigfar, oke. Tarik nafas kamu. Istigfar Cla" Dengan nafas tersenggal Clara menuruti perintah orang itu.
"Di..a, Di..aa... hikss... hiksss.." Oksigen mana? Clara butuh oksigen sekarang juga. Sesak!
"Iya, iya. Kamu tenangin diri kamu dulu ya."
Clara hanya dapat mengangguk. Menuruti ucapan sahabatnya.
Ya, dia adalah sahabat satu-satunya yang dimiliki Clara. Namanya Tiaa Anggraeni, Si genius CC telah kembali pada Negaranya. Hanya Tiaa yang bersedia menjadi teman si buruk rupa, setelah mengetahui seluruh aib yang coba Clara tutupi pada Dunia.
"Sholat yuk, Minta dekapan sang Khalik. Niscaya hanya Allah tempat kamu mencurahkan segala beban yang menghimpit dada" Tia mengajak Clara menuju tempat Allah yang berada di samping kiri Perpustakaan CC.
"Tiaa.. " lirih Clara, kembali mendekap sang sahabat. Mencari perlindungan dari kejamnya Dunia.
"Aku rindu Tii.. hikss... kamu jahat. Meninggalkan aku seorang diri disini" Tiaa tertawa mendengar rajukan sang sahabat.
Dekapan itu seolah menjadi azimat bagi Clara saat dirinya benar-benar menyerah akan Dunia.
Oh, beruntungnya Clara memiliki sahabat sehebat dan sepintar Tiaa. Dia tidak pernah membandingkan dirinya dengan teman-teman lain yang mempunyai kehidupan normal. Hanya Tiaa yang selalu mendekap Clara seerat ini saat Clara merasa tidak nyaman bahkan merasa menyerah pada hidupnya.
Di depan mereka, tanpa keduanya sadari ada sepanjang mata tengah menatap keduanya dengan senyum miris tercetak di bibirnya.
"Kamu itu ya kamu Cla, dari dulu tidak pernah berubah. Tapi, saya yakin kamu itu kuat. Menangislah dalam dekap saya nanti, saya akan senantiasa menerimanya"
"Kamu harus kuat Clara"
#Day5 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Komentar
Posting Komentar