#RamadhanBerkisah
AKSARA
Pagi ini. Tepat pukul 03.00 Clara terjaga dari tidur lelapnya. Mimpi buruk itu selalu menghantui Clara, membuat Clara merasa enggan untuk menjelajahi dunia mimpi. Clara beranjak dari tempat tidur dan berlalu menuju kamar mandi di dalam kost-an guna mengambil wudhu dan melaksanakan shalat tahajud -kegiatan yang selalu Clara lakukan.
Usai melaksanakan shalat dua rakaat, Cla melanjutkannya dengan melafalkan ayat-ayat Qur'an sembari menunggu waktu sahur. Clara melaksanakan sahur pukul 03.30. 30 menit Clara gunakan untuk bercerita pada sang Pemilik alam semesta.
Namun, setelah Clara menyelesaikan membaca ayat terakhir dalam Surah Annisa, sebuah panggilan masuk ke ponsel Clara, membuat gadis itu bergegas mengambil alat komunikasi dan segera mengangkat pangilan tersebut tanpa melihat siapa nama si penelepon.
"Halo, Assalamualaikum" Sapa Clara ramah.
Tidak ada jawaban.
Kembali Clara mengucap salam, namun tetap orang diseberang sana mengatupkan bibir rapat. Clara menjauhkan ponsel dari indra pendengaran, melihat siapa yang menelepon dirinya.
Tidak ada nama.
"Assalamualaikum, maaf ini siapa ya?" Ulang Clara "Bila tidak ada yang mau di bicarakan, saya tutup telepon anda. Ass.. " Dalam fikirannya, yang menelepon dirinya hanyalah orang asik. Belum sempat mematikan sambungan, terdengar orang di balik telepon berbicara. Membuat Clara mematung seperti patung pancoran.
Tidak bergerak.
"Clara, maafkan saya" Merasa di abaikan, Obbi kembali bersuara.
"Qawlun ma’ruufun wamaghfiratun khayrun min shadaqatin yatba’uhaa adzan waallaahu ghaniyyun haliimun." Telepon di akhiri sepihak, tentu oleh si penerima.
Dunia Clara terlalu abu-abu. Hidup Clara selalu dibayang-banyangi masa lalu itu dan apa yang Clara harapkan setelah semua itu menimpa dirinya?
Namun Allah berseru dalam Ayat-ayat-Nya supaya kita -Hamba Allah senantiasa memberi maaf pada mereka yang telah meminta maaf. Seperti tadi yang di ucapkan Obbi dalam ayat Allah, surah Al-baqarah ayat 263 yang berarti “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun."
Allah saja maha pemaaf, masa kita sebagai hambanya tidak? Batin Clara terus bersorak untuk memaafkan Obbi.
Obbi tidak salah! Yang salah adalah Dirinya!
Ya, Dirinya!!
"Tuhan, apa yang harus aku lakukan?"
"Sakit ini terlalu dalam untuk kau berikan padaku"
"Maafkan saya Obbi, saya yang salah bukan kamu"
Mungkinkah Clara harus berdamai pada masa kelam itu?
Melupakan semuanya dan menata kehidupan yang baru?
Tentu yang tertinggal hanya kenangan manis bersama pria itu.
Maka dari itu, Clara bergegas membereskan semua perlengkapan yang tidak seberapa itu. Memasukkan kedalam ransel sekolah dan tanpa menunggu lama. Clara meninggalkan kost tempatnya tinggal selama dua minggu terakhir.
Semoga saya belum terlambat bii. Saya tidak mau mengulang hal yang sama, yang justru akan membuat diri saya hancur.
#Day7 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Komentar
Posting Komentar