#RamadhanBerkisah


AKSARA

"Kamu kenapa sih Cla?" Tiaa bertanya untuk ke sejuta kalinya "jangan kayak bocah. Dengerin dulu penjelasan Robbi, Cla. Kamu sakit, Robbi apalagi. Dia terus dihantui masa lalu itu Clara sayang"

Yang ditanya justru mengatupkan bibir rapat. Menerawang jauh ke angkasa raya. Bintang berkerlap-kerlip menemani bulan yang seorang diri.

Clara berujar, masih tidak menatap Tiaa "Aku yang rasain Tii. Kamu nggak akan pernah faham bagaimana rasanya. Terserah kamu mau anggap aku bocah atau apa itu. Aku.masih belum bisa maafin Robbi, karena dia. Aku kehilangan semuanya Tiaa, aku kehilangan!" Kedua bahu Clara bergetar, Dia menangis hebat. Segera Tiaa membawa sang sahabat dalam dekapannya.

"Aku memang tidak tahu apa yang kamu rasakan Cla, hidup aku normal, aku bahagia. Tidak seperti kamu bukan?" Tiaa berusaha sekuat tenaga menghalau rasa sakit dalam dadanya. Sungguh, Tiaa tidak tega melihat Clara seperti itu.

Clara itu batu!

Tok..tok.. tok

"Aku buka dulu pintunya" Clara mengangguk saja.

Tak lama kemudian terdengar derap langkah mendekati Clara.

"Assalamualaikum" bukan! Itu bukan suara Tiaa. Mau tidak mau, Clara menjawab salam Robbi tanpa menoleh sedekitpun.

"Waalaikumaalam" Jawabnya Cuek

"Maaf sebelumnya saya mengganggu waktu kamu, tapi saya tidak tenang Cla terus dihantui masa lalu itu, Saya mau kamu memaafkan saya"

"Sakit rasanya Bii, sakit"

"Bukan hanya kamu yang sakit, akupun sama. Aku terpuruk kehilangan sahabat sejati aku Clara. Jangan hanya lihat diri kamu sendiri tapi juga lihat dan fahami orang-orang sekitar kamu"

"Apa kamu bilang? Aku sendiri Robbi, sendiri. Setelah bang Ridho meninggal, Bunda dan Ayah tidak pernah liat aku Bii, Bunda selalu menyangisi perginya Bang Rudho, Ayah menyibukkan dirinya sendiri dengan pekerjaannya. Harusnya mereka sadar, bahwa masih ada aku anak mereka. Sakit Robbi rasanya tidak diaggap di rumah sendiri. Lalu aku harud bagaimana? Menyusul Bang Dhio?"

"Jangan bicara seperti itu Clara. Bagaimana bila Malailat mencatat ucapan kamu?"

Clara menggeleng "Kalaupun ucapan aku terkabul, aku tidak masalah, toh. Aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini"

Robbi menahan nafas mendengar Clara berkata seperti itu "Kamu salah Cla, masih banyak orang yang sayang sama kamu. Lihat, Tiaa. Dia sahabat kamu bukan? Dia menyanyangi kamu Clara, lalu aku ada disini. Menemani kamu, Aku siap mendengar seluruh keluh-kesah kamu. Aku mencari kamu dua tahun ini" barulah Clara melihat Robbi.

"Untuk apa kamu mencari aku Robbi?"
Robbi tersenyum, rupanya Clara mulai penasaran.

"Mau dengar Cerita saya?" Tawar Robbi dengan senyum merekah.

"Tentang apa itu?"

"Saya dan Abang kamu, Dhio"

Mendengar nama Kakaknya, mata Clara berbinar, kemudian mengangguk antusias. "Cepat, Ceritakan"

"Dasar BOCAH Kamu Cla" Tiaa berteriak di depan pintu penghubung antara taman dan ruang tamu.

"TIAA! KAMU NGUPING YAA?!" Dan terjadilah aksi kejar-kejaran bak Tom&Jerry

Ahahahah...

"Alhamdulillah Ya Allah, Clara telah kembali ceria kembali"

"Terima kasih Do'a kamu Dho. Aku akan jaga baik-baik adik kamu ini. Kamu tenang ya sekarang"


#Day9
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#RamadhanBerkisah

#RamadhanBerkisah