#RamadhanBerkisah
AKSARA
"Kamu itu enigma tau Cla" ungkap Robbi setelah berhasil menyelesaikan ceritanya.
"Enigma?" Kening Clara berkerut.
"Ya, Kamu misterius, penuh dengan teka-teki" Jawab Robbi, alisnya naik turun. Menggoda Clara.
"Maksud kamu apa Robbi? Saya tidak mengerti. Teka-teki? Ohh, kamu menyamakan aku dengan TTS, begitu?!" Robbi tertawa terbahak. Hening mencekam keduanya, Robbi diam dengan fikirannya yang hilir-mudik memenuhi kepala. Clara segan untuk memulai kembali obrolan antara keduanya.
Sekarang, Clara dapat bernafas lega. Robbi telah menceritakan semuanya pada Clara. Mulai dari persahabatan keduanya yang dimulai sejak seragam putih-merah hingga ajal menjemput Ridho terlebih dahulu. kemudian malam itu, ketika Ridho hendak menjemput Clara dari tempat les bahasa jepang, segerombolan pemuda menghadang mobil yang dikendarai Ridho, Ridho babak belur, seluruh wajah dan badannya penuh goresan luka bahkan kaki kiri Ridho patah. Semua orang menangis, meraung, supaya Tuhan berbaik hati mengembalikan Ridho dalam dekapan mereka kembali, salah satunya Clara. Dia adalah orang terakhir yang mengetahui Robbi meninggal dan Clara adalah dalang dibalik meninggalnya Robbi. Itu menurut Orangtuanya.
Clara menghilang, keluar dari rumah karena hatinya rusak. Dia sakit. Orangtuanya menyibukkan diri, berusaha mengikhlaskan perginya sang putra mahkota tanpa perlu bersusaj payah mengurus si bungsu yang masih butuh kasih sayang dan perhatian dari orangtua.
Dua tahun sudah Clara keluar dari kediamannya, tidak ada seorangpun mencari keberadaan Clara, baik Ayah Bunda maupun saudara Clara yang lain. Untungnya Clara bertemu dengan keluarga Tiaa, mereka yang mengurus Clara dan menyekolahkan Clara di tempat yang sama dengan Tiaa, hingha akhirnya hanya Tiaa tempat Clara menopang berdiri.
Keberangkatan Tiaa ke Amerika menyadarkan Clara bahwa Dia telah lama merepotkan keluarga Atmidja dan pada hari yang sama, Bapak Atmidja dan Istri kehilangan dua orang putri sekaligus.
"Iyakan Clara?"
Clara terdiam. Merenung. Betapa beruntungnya Dia, benar apa kata Robbi, masih ada orang yang sayang pada Clara. Tuhan memang adil pada semua hambanya, tergantung bagaimana mereka menyikapi itu semua.
"Clara, Heyyy" Robbi melambailkan tangannya di depan muka Clara.
"bengong rupanya dia. Astagfirullah"
"Clara!"
"Heh?!" Clara menoleh kesamping, melihat wajah Robbi tidak mengerti.
"Kenapa?" Tanya Clara, masih belum tersadar sepenuhnya.
"Kamu bengong? Saya bicara banyak sama kamu. Tapi kamu tidak mendengarkan saya? Sungguh tega kamu Clara" Robbi menggelengkan kepalanya penuh drama, membuat Clara merasa bersalah dengan tidak menyimak pembicaraan mereka.
"Maaf. Maafkan saya Robbi"
"Dunia penuh dengan Enigma Clara. Kamu tidak usah takut. Kamu punya Tuhan, curahkan segalanya pada Tuhan, Dia akan senantiasa mendengarkan apa yang kamu ceritakan, dan sekarang, kamu punya saya Clara. Hubungi saya apa yang terjadi dengan kamu. Saya siap bantu, selagi itu bisa saya bantu. Tidak usah Khawatir. Tuhan punya rencana indah untuk kamu"
"Terima kasih Robbi. Terima kasih, maaf saya telah salah faham pada kamu, Maaf" Mata Clara berkaca-kaca, Betapa butanya Clara akan sekitar. Robbi baik, dia tulus pada Clara. Tiaa, terima kasih. Kamu membantu saya menemukan jalan keluar akan masalah yanh saya hadapi.
#Day10
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Komentar
Posting Komentar