#RamadhanBerkisah
AKSARA
Hari ke duabelas puasa ini Tiaa Anggraeni mengadakan acara buka bersama di kediaman keluarga Irawan alias keluarga Tiaa sendiri. Tiaa hanya mengundang Clara yang notabennya adalah sahabat karib Tiaa juga satu tambahan Aksa Robbi Purnama sebagai tamu kehormatan.
"Haii.. gimana? Udah kumpul semuanya Tii?" Tanya Bayu, selaku anak tertua keluarga Irawan.
"Sudah kok kak, aku cuman undang Clara sama kak Robbi doang" Jawab Tiaa mewakili kedua tamunya.
"Sore kak, maaf nih saya merepotkan keluarga kakak lagi" Clara angkat bicara, setelah hening cukup lama.
"Ah, kayak sama siapa aja kamu Cla. Bagaimana kabarnya? Tambah cantik aja ya kamu. Udah lama nggak ketemu kita Cla" Bayu menyodorkan tangannya yang disambut hangat oleh Clara "baik, Alhamdulillah kak. Ah, kakak bisa aja. Iya nih abisnya aku sibuk, hehee... maaf yaa" Clara nyengir, memperlihatkan gigi rapinya. Bayu mengangguk-ngangguk, lalu pandanganya teralihkan kepada Robbi. Robbi tersenyum kemudian mengulurkan tangannya " Robbi kak, Kakak kelas Clara dan Tiaa" Ucap Robbi sopan.
"Iya, salam kenal ya Robbi"
"Iya kak"
"Ya sudah, kalian siap-siap sebentar lagi adzan maghrib. Kakak telepon Bunda dulu ya Dek, lama banget cuman beli kurma juga"
"Iya kak"
Tak lama berselang, suara gaduh terdengar dari luar ruang makan.
"Kurma-kurma yang aku lihat tadi itu kurma yang diimport dalam kemasan-kemasan di bulan ramadan, bukan kurma segar Bund. Manisan kurma yang di datangkan ke Indonesia itu kandungan gulanya berlipat-lipat lebih banyak, supaya awer sampe Indonesia"
"Kenapa sih Bun? Yah? Baru pulang aja udah berisik" Tiaa berujar. Tiara, sang Bunda, menggerutu pelan sebelum menjawab pertanyaan putri satu-satunya "itu, tuh. Ayah kamu. Beli kurma aja harus muter-muter jakarta. Keluar masuk minimarket. Udah tau jalan macet."
Oalah, masalahnya itu toh?
"Emang bedanya kurma asli sama kurma yang udah jadi manisan apa ya Om? Saya baru tahu soalnya ada kurma manisan?" Robbi bertanya, heran. Setaunya semua kurma itu sama saja, tidak ada bedanya.
"Dari luarnya saja sudah kelihatan kalau kamu teliti, dan kurma asli harganya cenderung lebih mahal dari kurma manisan" jelas Bapak Ari.
"Gitu ya Om? Makasih atas informasinya" balas Robbi sambil menerima 3 biji kurma yang diberikan Tiara. "Terima kasih Tante" Lanjutnya, tidak lupa senyum.
"Kita makan kurma saja dulu ya, setelah itu kita sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjut makan nasi"
"Siap, Om"
"Siap, Yah"
"Ya, sudah. Batalkan puasa kalian. Jangan lupa baca doanya. Selamat berbuka"
#Day12
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Komentar
Posting Komentar