#RamadhanBerkisah


Andaikan saja aku memiliki penyakit Alzheimer

Pasti tak akan pernah aku mengalami masa pahit ini

Masa dimana Tuhan benar-benar mencobaku

Meninggalnya kak Ridho tidak berarti apa-apa bagiku

Justru sebaliknya,

Ayah tak lagi memberikan waktunya di rumah.

Semua orang tak lagi melihat diriku nyata

Seolah disini akulah yang tidak kehilangan

Aku lebih kehilangan dari mereka

Karena, ini semua salahku, salah diriku.
Sungguh malang nasibmu Clara!
.
.
Cerita ini tetap membahas seorang Clara yang bersikukuh bahwa kematian sang kakak adalah salahnya. Semua telah diatur sang pemilik hidup, tidak ada yang dapat menentangnya.

Rapuhnya Clara menjadi puncak permasalahan dalam cerita ini, namun sang penulis tak dapat berbuat apa-apa, selain menuangkan ide absurd.

Namun, realita mengatakan : Penulis mengidap Alzheimer. Lupa akan sesuatu yang baru saja terlewati atau bahkan dia lupa akan melakukan apa. Clara tidak salah, namun penulis yang salah. Penulis salah membuat Clara berada di titik paling nol hidup ini.

Lalu, apa yang harus penulis lakukan sekarang ? Dia ingin membuat Clara bahagia dengan caranya sendiri. Ah, ya, waktu. Waktu tidak tepat membuat Clara bahagia hari ini. Tidak tau kalau besok, kita tunggu saja kata kunci untuk besok. Mudah-mudahan bisa membuat Clara bahagia.

Aamiinkan.

#Day15
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#RamadhanBerkisah

#RamadhanBerkisah