#RamadhanBerkisah


AKSARA

Obbi kelimpungan sendiri, Clara menghilang dari pandangan matanya. Sejak kemarin dia melihat Clara menangis tersedu dalam dekapan sahabatnya, yang baru dikatahui bernama Tiaa itu. Kemana Claranya?

Angin membelai mesra, fajar kembali dari singgasananya, langit mulai gelap, namun Obbi tetap bergeming di tempatnya. Menanti sang bidadari yang menghilang sejak tiga hari lalu.

"Kemana kamu Clara?" Bisik Obbi pada dirinya sendiri.

"Mengapa kau membuat dosaku semakin banyak dengan menghilangnya kamu?"

"Maaf, bila kehadiranku membuat dirimu terusik tidak nyaman. Cla, kembalilah dalam dekapanku" Obbi menjambak rambutnya frustasi.

"Kemana lagi aku harus mencari kamu Clara?"

"AKHHH!!!!"

"Maafkan aku Dho, aku tidak bisa menjaga Clara seperti yang kamu inginkan. Aku pengecut Dho, pengecut!" Malam menjadi sanksi betapa terpuruknya Obbi dengan hilangnya Clara, seperti saat Clara kehilangan seluruh jiwa raganya dua tahun lalu.

***

"TIAA!!" Teriakan itu menggema di seluruh koridor kelas XI, Sang empu nama menghentikan langkah menuju kelasnya yang berada di ujung koridor lantai 2. Menunggu si pemanggil sampai di depan hadapannya. Setelah itu, ia mengangkat wajah, menatap pelaku, meminta penjelasan.

"Ada apa?" Tanya Tiaa to the point. Fyi, Clara telah menceritakan semuanya, tentang siapa laki-laki dihadapannya dan kemungkinan ada kaitannya dengan masa lalu yang menimpa Clara. Clara yakin, meskipun ia samar-samar mengingatnya. Bahwa dia. Aksa Robbi Purnama adalah sahabat karib dia.

"Tiaa, kamu tahu dimana Clara sekarang? Tolong bantu aku Tiaa" Obbi memohon pada Tiaa, untuk memberitahukan keberadaan Clara.

Tiaa tampak bingung, setelah Clara menangis tersedu hingga tak sadarkan diri dan ketika Clara sadar, dia membuat permohonan pada Tiaa, untuk merahasikan keberadaannya sebab Clara akan menjernihkan fikirannya dengan meninggalkan Ibu kota untuk sementara waktu ini.

Dengan berat hati, Tiaa berujar "Maaf, Robbi saya sudah berjanji pada Clara untuk tidak mengatakan keberadaan Clara pada siapapun"

Robbi menghela napas panjang, nyaris putus asa.

"Tiaa, kamu tidak kasihan kepada saya? Saya penuh dosa Tiaa, saya ingin menebus dosa saha kepada Clara. Kamu sudah tahu bukan saya siapa? Saya rasa Clara telah menceritakan semuanya pada kamu"

"Bukan begitu maksudku Robbi, Saya hanya tidak ingin mengingkari janji saya kepada Clara. Hanya itu, tidak lebih."

Robbi menjambak rambutnya Frustasi. Setelah bertemupun Clara masih menghindari dirinya.

GILA!

"Sekali lagi, maaf Robbi. Saya pergi dulu" Tiaa meninggalkan Robbi masih dengan posisi Robbi yang menjambak rambutnya. Sebenarnya Tiaa tidak tega dengan keadaan Robbi. Namun, apa boleh buat, Tiaa telah berjanji pada Clara.

Clara DwiP

Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan pada Robbi Cla, beri dia waktu untuk menjelaskan semuanya padamu. Kita harus melihat masalah ini dari berbagai sudut pandang Cla.

Pulanglah, keluarlah dari tempat persembunyianmu.

Robbi terlihat frustasi akan hilang-nya kamu. Sungguh.

Send.

Setelah itu, Tiaa memasukkan kembali benda canggih itu pada tas sekolahnya dan kembali memperhatikan penceramah di depan sana.

Harapannya satu; Semoga Clara memberikan waktu pada Robbi untuk menjelaskan semuanya. Karena yang tersakiti disini bukan hanya satu, melainkan dua jiwa.


#Day6 #RamadhanBerkisah #PenaJuara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#RamadhanBerkisah

#RamadhanBerkisah