RENTUS
RN2S (RENTUS)
~Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
Tahun ajaran baru telah dimulai dua hari yang lalu, meninggalkan seragam putih biru dan menggantinya dengan putih abu dilakukan para anak SMP yang telah lulus, tak terkeculi dengan seorang gadis lengkap dengan papan nama berwarna biru muda, disana tertera dengan jelas Nessa Febryani, Akuntansi berada tepat dibawah nama, sedang berdiri di bawah pohon rindang samping lapangan basket.
"Hoi, Udah lama nunggu?" Suara itu berasal dari belakang tubuh Nessa, sehingga ia nemutar badan 180° untuk saling berhadapan dengan sang pelaku.
"Ah, nggak. Ya, udah kita ke kelas aja gimana?"
"Ya, udah yuk, keburu bel masuk ini. Berabe kalau sampai telat" kemudian mereka berdua menuju sebuah kelas diujung kiri sayap sekolah, diatas daun pintu bertuliskan "XI-TSM 4"
Ah, ya. Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai sekolah tempatnya menimba ilmu selama 3 tahun kedepan. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6, yang berada di daerah Jawa barat masih lingkungan Indonesia dengan 5 jurusan yang tersedia, antaranya; Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer Jaringan, Busana Butik, Akuntansi dan Administrasi Perkantoran, lengkap dengan masing-masing lab tempat praktek setiap jurusan. Perpustakaan bedampingan dengan mushalla, tempatnya di belakang sekolah, sedangkan kantin berada di depan mempersulit siswa yang ingin mabal lengkap diawasi penjaga sekolah yang ganasnya tak terkira.
***
"Semangat pagi!" Seorang laki-laki berperawakan tinggi kurus terurus berdiri di tengah lapangan menyapa 350 peserta MPLS tahun ini, peninggkatan yang cukup tinggi, nengingat tahun lalau hanya ada 300 siswa yang mendaftar ke sekolah favorite itu.
Namanya Febi Abdullah, ketua Osis atau lebih di kenal dengan istilah Presiden Rosis SMK Negeri 6 itu tersenyum lebar menyambut setiap lekukan bibir yang terarah padanya. Satu kata untuk mendeskripsikannya, Sempurna.
"Pagi!" Koor riuh para murid baru yang masih menggenakan seragam putih-biru kebanggan sekolah terdahulu menjawab sapa yang Ketua Osis setelah hening memcekam lapangan serbaguna.
"Bagaimana kabar kalian hari ini?"
"Alhamdulillah, luar biasa. Allahuakbar!" Tangan terangkat ke atas membuat kepalan tangan itu di tinjukan sekuat tenaga pada semilir angin berhembus mesra.
"Oke, kegiatan satu minggu ke depan masih sama seperti dua hari yang lalu. Dilaksankan mulai pukul 07.00 tepat berakhir pukul 16.30, jangan lupa kalian bawa buku wajib MPLS kalian, di akhir acara harus terisi penuh tanda tangan para anggota Osis, Guru yang mengajar beserta seluruh staf sekolah. Kalian paham?"
"Siap, faham"
Tidak ada jawaban selaian kata itu bukan untuk para calon mahasiswa baru? Atau kalian ingin menjadi santapan empuk para pemangsa yang sedang kelaparan.
Kita cari amana saja dahulu.
"Siapkan buku kalian, saya beri waktu 2 menit untuk kembali ke ruangan masing-masing kemudian kumpul lagi du lapangan, setelah itu kita bersama-sama ke ruangan terpusat untuk mendapat materi tentang NAPZA dari pihak kepolisian langsung. Mulai dari barisan sebelah utara, TSM-4 dilanjut dengan barisan selanjutnya, yang tertib dek"
Wah! Tampangnya itu loh, dingin-dingin pen nabok.
"Kalian ambil ke kelasnya yang rapi ya, tertib. Jangan grasak-grusuk, ingat. Mulut tutup yang rapat kalau kalian tidak mau kena semprot Keamanan" Semua mata mendongkak mendengar nasihat yang keluar dari mulut manis kakak cantik, pembimbing gugus 5. Syabilla namanya. Kemudian menggangguk kuat.
Dan kegiatan itu berlangsung dengan pancar sampai 7 hari kemudian, tentu dengan sedikit bumbu penyedap terlaksanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
~Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
Tahun ajaran baru telah dimulai dua hari yang lalu, meninggalkan seragam putih biru dan menggantinya dengan putih abu dilakukan para anak SMP yang telah lulus, tak terkeculi dengan seorang gadis lengkap dengan papan nama berwarna biru muda, disana tertera dengan jelas Nessa Febryani, Akuntansi berada tepat dibawah nama, sedang berdiri di bawah pohon rindang samping lapangan basket.
"Hoi, Udah lama nunggu?" Suara itu berasal dari belakang tubuh Nessa, sehingga ia nemutar badan 180° untuk saling berhadapan dengan sang pelaku.
"Ah, nggak. Ya, udah kita ke kelas aja gimana?"
"Ya, udah yuk, keburu bel masuk ini. Berabe kalau sampai telat" kemudian mereka berdua menuju sebuah kelas diujung kiri sayap sekolah, diatas daun pintu bertuliskan "XI-TSM 4"
Ah, ya. Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai sekolah tempatnya menimba ilmu selama 3 tahun kedepan. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6, yang berada di daerah Jawa barat masih lingkungan Indonesia dengan 5 jurusan yang tersedia, antaranya; Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer Jaringan, Busana Butik, Akuntansi dan Administrasi Perkantoran, lengkap dengan masing-masing lab tempat praktek setiap jurusan. Perpustakaan bedampingan dengan mushalla, tempatnya di belakang sekolah, sedangkan kantin berada di depan mempersulit siswa yang ingin mabal lengkap diawasi penjaga sekolah yang ganasnya tak terkira.
***
"Semangat pagi!" Seorang laki-laki berperawakan tinggi kurus terurus berdiri di tengah lapangan menyapa 350 peserta MPLS tahun ini, peninggkatan yang cukup tinggi, nengingat tahun lalau hanya ada 300 siswa yang mendaftar ke sekolah favorite itu.
Namanya Febi Abdullah, ketua Osis atau lebih di kenal dengan istilah Presiden Rosis SMK Negeri 6 itu tersenyum lebar menyambut setiap lekukan bibir yang terarah padanya. Satu kata untuk mendeskripsikannya, Sempurna.
"Pagi!" Koor riuh para murid baru yang masih menggenakan seragam putih-biru kebanggan sekolah terdahulu menjawab sapa yang Ketua Osis setelah hening memcekam lapangan serbaguna.
"Bagaimana kabar kalian hari ini?"
"Alhamdulillah, luar biasa. Allahuakbar!" Tangan terangkat ke atas membuat kepalan tangan itu di tinjukan sekuat tenaga pada semilir angin berhembus mesra.
"Oke, kegiatan satu minggu ke depan masih sama seperti dua hari yang lalu. Dilaksankan mulai pukul 07.00 tepat berakhir pukul 16.30, jangan lupa kalian bawa buku wajib MPLS kalian, di akhir acara harus terisi penuh tanda tangan para anggota Osis, Guru yang mengajar beserta seluruh staf sekolah. Kalian paham?"
"Siap, faham"
Tidak ada jawaban selaian kata itu bukan untuk para calon mahasiswa baru? Atau kalian ingin menjadi santapan empuk para pemangsa yang sedang kelaparan.
Kita cari amana saja dahulu.
"Siapkan buku kalian, saya beri waktu 2 menit untuk kembali ke ruangan masing-masing kemudian kumpul lagi du lapangan, setelah itu kita bersama-sama ke ruangan terpusat untuk mendapat materi tentang NAPZA dari pihak kepolisian langsung. Mulai dari barisan sebelah utara, TSM-4 dilanjut dengan barisan selanjutnya, yang tertib dek"
Wah! Tampangnya itu loh, dingin-dingin pen nabok.
"Kalian ambil ke kelasnya yang rapi ya, tertib. Jangan grasak-grusuk, ingat. Mulut tutup yang rapat kalau kalian tidak mau kena semprot Keamanan" Semua mata mendongkak mendengar nasihat yang keluar dari mulut manis kakak cantik, pembimbing gugus 5. Syabilla namanya. Kemudian menggangguk kuat.
Dan kegiatan itu berlangsung dengan pancar sampai 7 hari kemudian, tentu dengan sedikit bumbu penyedap terlaksanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Komentar
Posting Komentar