#RamadhanBerkisah
Mungkin, bila diriku mempunyai kantong ajaib doraemon, akan aku lewati dimensi waktu yang membuat diriku seperti ini, dimana diriku kehilangan tameng hidupku. Apa aku menyesali semuanya? Jawabannya, IYA! Meskipun mereka katakan bahwa bukan salahku dirinya meninggal, tapi bagiku, itu semua salahku. Kesalahan fatal yang membuat dirinya meninggalkan kami semua.
Nasi telah menjadi bubur, sebesar apapun aku berjuang hari ini, tetap tidak akan mengembalikan yang telah pergi. Kehidupan itu fana, tidak ada yang kekal. Yang hidup akan mati, yang kaya akan miskin dan sebaliknya. Roda berputar, benar. Aku harus merelakan dirinya, seberat apapun itu, akan aku coba.
Ketika kata ikhlas telah terucap, penyesalan telah berlalu, datang kembali cobaan menghampiri. Sosok anak kecil yang aku temui saat minggu pagi bersama Robbi terus mengusik pikiranku. Bukan siapa anak kecil itu tapi mengapa wajah dan cara pengucapan dia serasa tidak asing dalam ingatan. Seorang anak pasti akan memiliki kemiripan di wajah dari orang tuanya bukan?
Aku harap, itu tidak sesuai dengan apa yang aku fikirkan. Namun,rasanya sulit.
Seperti apa yang aku katakan. Aku tidak dapat menembus dimensi waktu yang terjadi. Tuhan ingin hambanya belajar dari segala cobaan yang Tuhan berikan pada umatnya.
Harapanku satu untuk kali ini "Semoga aku lulus dalam ujian yang Tuhan berikan hari ini"
#Day17
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Komentar
Posting Komentar