#RamadhanBerkisah
AKSARA
Adakah yang lebih baik dari sekedar melihat sepasang suami istri dengan seorang balita dalam gendongan si perempuan? Clara tidak akan seperti ini bila yang di lihatnya orang lain, Astagfirullah, pria yang tengah menggandeng istrinya itu, Ayah Clara. Camkan! Ayah kandung Clara! Bapak Hermawan yang terhormat! Dan, dimana Nyonya Listi, sang Bunda berada? Apa perempuan itu mengetahui perselingkuhan sang suami? Yang boleh Clara tebak, telah menghasilkan buah hati yang berada dalam gendongan perempuan biadab itu.
"Cla? Are you okay?" Tiaa panik setengah mati, melihat Clara hanya terdiam, napasnya naik turun, tidak teratur. Ada apa dengan sahabatnya ini? Tiaa dan Clara tengah berada di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, agendanya mereka akan merampok secara terhormat. Namun, di tengah jalan tadi, Clara tiba-tiba mematung.
"Clara?? Bebb?" Tiaa mengibaskan tangannya di depan muka Clara, tak lama Clara mengerjapkan matanya, Lucu.
"Hah? Apaan Tii?" Tanya Clara, linglung. Pandangannya masih terarah pada sepasang suami istri itu, hingga menghilang dari balik salah satu toko.
"Are you okey, Cla?"
"Ha? Fine, fine"
"Kamu kenapa? Aku tahu kamu bohong, liatin apa sih? Nggak ada siapa-siapa juga"
"Tidak, bukan siapa-siapa Tiaa" Clara tersenyum, menyembunyikan luka yang tak terlihat pandangan. Tidak. Clara tidak akan merepotkan Clara kembali. Cukup dirinya sendiri yang tahu kelakuan sang Ayah.
"Aku tahu kamu bohong, kapan pun kamu mau cerita, amu siap dengerin. Jangan pendam semuanya sendirian ya"
"Iya, Tiaa" Berjalan ke arah yang berlawanan dengan sang Ayah, kemudian berujar "Maaf, untuk saat ini, aku tidak bisa mengatakan yang sejujurnya pada kamu"
Tiaa tersenyum, dia tahu kapan sahabatnya berbohong dan tidak. Bukan sati atau dua bulan dia berteman dengan Clara, namun 2 tahun, membuat Tiaa tahu tabiat Clara saat berbohong. Tidak menatap mata lawan bicara, tangan saling bertautan dan saling meremas satu sama lain.
#Day21
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara

Komentar
Posting Komentar